About

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 12 Oktober 2013

Menulislah dan Teruslah Menulis


Biar saya klarifikasi terlebih dahulu, kenapa judul tulisan saya kali ini “Menulislah dan Teruslah Menulis”? Hal ini bukan berarti menunjukkan bahwa saya seorang yang mahir dalam bidang tulis menulis. Karna saya juga bukanlah seorang penulis yang produktif, dan belum pernah menerbitkan buku. Tulisan-tulisan saya juga belum pernah diterbitkan di koran-koran nasional maupun lokal kecuali pada majalah kampus dan catatan pribadi di facebook. Namun apa yang akan saya tulis ini, hanyalah sebuah upaya untuk memotivasi diri saya dan sobat-sobat sekalian yang masih enggan dan berat untuk mulai menulis, agar mau mulai menulis.
Bagi sebagian orang, menulis mungkin sebuah aktifitas yang sangat berat, aneh atau bahkan mustahil. Dengan berbagai alasan mulai dari apa adanya, dibuat-buat sampai ada apanya orang-orang yang merasakan aktifitas menulis itu adalah sesuatu yang sangat berat berusaha menolak atau menghindar ketika ditawari, atau diminta untuk menulis. Sebagian besar mereka yang menolak dan merasa berat dalam aktifitas tulis menulis memakai alasan bahwa mereka tidak memiliki bakat untuk menjadi seorang penulis. Adapun bagi sebagian lainnya, menulis dianggap sebuah aktifitas yang menyenangkan, dan mudah untuk dikerjakan. Bagi kelompok kedua ini, menulis adalah sesuatu yang menyenangkan, dan sangat mudah untuk dilakukan, kapanpun dan dimanapun. Ada, tiga pertanyaan yang akan coba saya jawab di sini. Benarkah bahwa menulis itu perlu sebuah bakat khusus? Menulis itu Gampang atau Sulit ? Apa rahasia para penulis hebat ?

Rabu, 09 Oktober 2013

Bersabarlah ya Zahra

"Assalaamu'alaikum.." ucap Zahra seraya mengetok pintu rumahnya.
"Wa'alaikumussalaam.." terdengar jawaban dari dalam rumah. Tak lama kemudian terdengar suara kunci pintu dibuka dari dalam, dan terlihatlah sesosok wanita tua dengan yang kira-kira berumur 60an. " Baru pulang Ra? Tumben malam gini?" Tanya ibunya. Zahra tidak langsung menjawab, ia mengambil tangan ibnunya, menyalaminya dan menciumnya dengan penuh khidmat. "Tadi habis ngajar di Bimbel Ara mampir dulu kerumah salah satu murid Ara di sekolah mi. Udah janji sama orang tuanya. Itu lho mi, yang kemarin Ara ceritain siswi yang kesurupan di sekolah hari beberapa hari yang lalu." jawab ara. Ibunya mengangguk mengiyakan. "Ya sudah, motor mu masukin ke dalam dulu, trus mandi. Habis itu baru kamu makan, umi temenin. Umi ada masakin oreg tempe kesukaanmu. Ayo ndo', sana cepet umi siapin air hangatnya." pinta bu Zainab pada anaknya. "iya mi" jawab ara singkat dan segera ia kekamarnya, meletakkan tas yang berisi buku-buku akuntansi bahan ajarnya, kemudian ia keluar dan menuju garasi untuk memasukan motornya.
"Subhanallah… masakan umi emang ga' ada duanya." ujarnya sambil menambahkan oreg tempe ke piringnya. Ibunya tersenyum. "Gimana kondisi muridmu dan komentar orang tuanya yang kamu kunjungi itu ndo'?" tanya ibunya ketika ia selesai makan dan sambil sama-sama membereskan meja makan dan perkakasnya bersama-sama.
Zahra pun mulai bercerita kepada ibunya tentang permasalahan yang terjadi dengan muridnya itu.

Senin, 07 Oktober 2013

"Keluarga Jerapah"

“Yang saya maksud dengan ukhuwah adalah terikatnya hati dan ruhani dengan ikatan aqidah. Aqidah adalah sekokoh-kokoh ikatan dan semulia-mulianya. Ukhuwah adalah saudaranya keimanan, sedangkan perpecahan adalah saudara kembarnya kekufuran. Kekuatan yang pertama adalah kekuatan persatuan; tidak ada persatuan tanpa cinta kasih; minimal cinta kasih adalah kelapangan dada dan maksimalnya adalah itsar (mementingkan orang lain dari diri sendiri).”(Himpunan Risalah Hasan al-Bana Rahimahullah)
Sebuah keluarga yang sering kita fahami tentulah sebuah keluarga yang memiliki hubungan darah, dan terdiri dari ayah, ibu dan anak. Namun berbeda dengan keluarga Jerapah ini, mereka bukanlah sebuah keluarga seperti pada umumnya, namun sebua keluarga yang dibangun atas dasar Ikatan Aqidah (Rabithatu al-‘aqidah), Ikatan Pemikiran (Rabithatu al-Fikrah), Ikatan persaudaraan (Rabithatu al-ukhuwwah),Ikatan organisasi (Rabithatu at-tanzhim) dan ikatan janji (Rabithatu al-‘ahd). Ya, mereka adalah sekumpulan orang-orang luar biasa, yang pernah dan telah menjadi bagian dari sejarah dakwah, dakwah kampus tentunya.
Yang kami tau, “Keluarga Jerapah” ini sebenarnya merupakan sebuah tim solid awalnya, yang dibentuk untuk menjadi poros dakwah kampus saat itu. Mereka terdiri dari para mujahid-mujahidah dakwah (hafizhohumullah) yang masing-masing diantara mereka memiliki kekhasan yang saling melengkapi tim ini. Dan mereka semua memiliki ikatan yang kuat yang dibangun atas lima hal tadi sehingga wajar tim solid ini benar-benar solid. Mereka menamai tim ini Keluarga Jerapah. Sampai sekarang kami masih bingung, kenapa namanya keluarga jerapah? tebakkan kami sampai saat ini pemilihan nama tim ini menggunakan nama keluarga jerapah, dikarenakan ada personilnya yang memiliki postur tinggi. Entahlah, yang jelas soal nama sepertinya tidak begitu penting untuk kami bahas disini.
Kami bertemu dengan mereka di sebuah kampus,

Hore, aku punya blog..

Udah hampir 3 hari ini aku gerasak-gerusuk gak jelas. Aku paksa diriku untuk mecoba menemukan barangkali aja masih ada yang tersisa arsip-arsip lama didalam otakku. Aku butuh petunjuk kecil, buat memulai rencanaku ini. Tapi ternyata gagal. Entahlah, apakah arsip itu tersimpan didalam loker yang paling dalam di memory otakku, hingga aku kesulitan untuk menemukan dan mengeluarkannya. Langkah pertamaku untuk mendapatkan petunjuk cara membuat blog gagal.
Jadi dulu ceritanya waktu masih kuliah dan lagi aktif di LDK, aku pernah ngebuat n ngelola blog. Lebih tepatnya bukan aku sendiri sih, tapi aku dan temanku, bang Majid namanya orang daerah selimbu, kabupaten Landak Kalimantan Barat. Ga’ tau juga sich tepatnya dimana, karna secara aku juga belum pernah sampai ke selimbu’nya. Baru sampai di kota ngabangnya aja. Nah dulu, emang kami pernah ngelola blog, pakenya WP. Tapi itu udah lumayan lama, tahun 2008 kira-kira. Dan seiring berakhirnya kami dikepengurusan, maka berakhir pulalah riwayat kami sebagai blogger saat itu, dan akhirnya kami vakum dalam dunia bloging.  Sampai pada akhirnya 2 tahun belakangan aku mulai sering surving lagi, n udah jadi gadget freak (bener gak sich tulisannya, hehehe). Akhirnya aku pengen bloging lagi, n pengen punya blog pribadi. Sebenarnyanya pengen punya website dengan domain sendiri gitu, tapi apa daya dana gak mendukung, jadinya aku milih untuk make blog aja biar ringan diongkos.
Nah, setelah gagal dengan cara pertama tadi yang nyoba ngotak-ngatik memory otakku buat gali ilmu lamaku tentang bloging